Kebanyakan orang mengira literasi berhubungan dengan membaca. Padahal bukan hanya itu saja. Dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), literasi memiliki arti kemampuan menulis dan membaca, pengetahuan atau keterampilan dalam bidang atau aktivitas tertentu, kemampuan individu dalam mengolah informasi dan pengetahuan untuk kecakapan hidup.

Selain itu literasi bisa pula diartikan sebagai penggunaan huruf untuk merepresentasikan bunyi atau kata. Di Indonesia budaya literasi kurang bergema seperti di negara maju. Menurut World Economic Forum tingkat literasi dasar yang perlu dikuasai oleh orang dewasa adalah kemampuan baca tulis, literasi numerasi atau berhitung, literasi finansial (keuangan), literasi sains, literasi budaya dan kewarganegaraan juga literasi informasi teknologi dan komunikasi (digital).

Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) mengadakan survei mengenai indeks membaca dan tingkat literasi anak-anak dan dewasa di Indonesia. Survei tersebut menunjukkan hasil yang buruk. Bahkan kemampuan anak-anak Indonesia masih di bawah negara-negara tetangga di Asia Tenggara dan sama dengan negara miskin di Afrika.

Hal ini membuat banyak orang prihatin, termasuk Hikmat Kurnia. Ketua Agro Grup itu mengatakan cara untuk memperkuat literasi adalah kebutuhan tentang budaya baca, budaya diskusi dan budaya tulis. Maka beliau menyambut baik hadirnya Liga Buku Bandung ini sebagai salah satu solusi agar budaya literasi Indonesia tidak kalah saing.